Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
CARA BERKENDARA YANG BAIK
Tips berkendara yang baik dan aman merupakan salah satu tips safety riding yang cukup penting terutama bagi para bikers
yang mengandalkan motor untuk beraktifitas sehari-hari. Selain
kelengkapan wajib yang harus tersedia pada kendaraan, seperti helm, kaca
spion, STNK dan SIM, cara berkendara yang baik juga merupakan salah satu faktor keselamatan yang juga utama.
Kemacetan di kota-kota besar seperti di Jakarta merupakan hal yang
sepertinya tak dapat terelakkan. Masalah tersebut kian diperparah lagi
dengan makin maraknya kendaraan bermotor di Jakarta. Berdasarkan data
statistik yang diambil dari dinas kepolisian Polda Metro Jaya, pada
tahun 2012 jumlah kendaraan bermotor yang "menyemut" di Jakarta setiap
harinya bahkan mencapai angka 12 juta uni. Angka yang cukup fantastis
untuk kota kecil seukuran Jakarta. Sebagai efek dari semakin
bertambahnya jumlah kendaraan setiap harinya, tentu saja semakin
menambah daftar panjang tingkat kecelakaan di Jakarta.
Selain menjadi biang pemborosan BBM, kemacetan merupakan salah satu
faktor pemicu kecelakaan yang cukup besar, hal ini biasanya disebabkan
oleh pemotor yang kelelahan saat berada di situasi macet sehingga bisa
menurunkan daya konsentrasi saat berkendara. Oleh karenanya, selalulah
waspada dan fokus pada saat Anda berkendara di jalanan. Guna semakin
mengasah keterampilan Anda dalam berkendara, maka situs Majalah tips dan informasi akan menghadirkan ulasan singkatan mengenai tips berkendara yang baik serta aman untuk pengguna sepeda motor atau yang biasa disebut bikers. Apa sajakah tips-tips gaya berkendara atau riding style yang aman tersebut, inilah beberapa diantaranya:

1. Perhatikan posisi duduk
Sebelum menjalankan kendaraan, pastikan
Anda telah berada pada posisi duduk yang benar dan senyaman mungkin.
Posisi duduk pada saat diatas motor yang benar adalah paha bagian dalam
menjepit jok. Dengan posisi duduk seperti ini maka kendaraan akan
menjadi lebih stabil saat dijalankan, baik pada saat keadaan jalan lurus
maupun tikungan. Kebalikan dari posisi duduk ini adalah posisi duduk
dengan kaki melebar. Posisi duduk kaki melebar sangat
berbahaya karena selain bisa menyebabkan hilangnya keseimbangan saat
motor melaju, kaki yang melebar juga bisa dengan mudah tersangkut atau
terpentok ke kendaraan lain.
2. Memperhatikan posisi tangan
Setelah memahami bagaimana posisi duduk yang baik saat berada di atas
motor, selanjutnya adalah memperhatikan posisi tangan. Posisi tangan
yang baik adalah posisi tangan dengan keadaan menekuk 135 derajat.
Selain memberikan efek yang lebih stabil, posisi tangan seperti ini juga
memberikan efek meredam guncangan yang terjadi pada bahu saat motor
berada pada kondisi jalan yang kurang bagus. Usahakan juga posisi tangan
tidak menumpu beban berat dari badan (posisi menukik) karena tangan
akan menjadi cepat lelah dan pegal.
3. Perhatikan pandangan
Tips berkendara motor yang baik dan benar selanjutnya adalah
memperhatikan pandangan Anda saat berada diatas sepeda motor. Pandangan
yang baik adalah pandangan yang bisa melihat jalanan secara luas.
Hindari melihat dengan jarak pendek atau bagian depan bawah ban depan
motor Anda. Hal lain yang perlu Anda hindari juga yaitu melihat bagian
spatbor kendaraan yang tepat berada di depan Anda karena Anda pasti akan
sangat terkejut bahkan hingga menabrak manakala kendaraan tersebut
berhenti secara tiba-tiba. Fokuskan pandangan pada 2 atau 3 motor yang
berada didepan Anda serta memberi jarak minimal 3 meter agar Anda bisa
melakukan pengereman secara baik apabila kendaraan didepan tiba-tiba
berhenti mendadak. Bila di depan Anda ada sebuah mobil yang mengganggu
pandangan, maka usahakan untuk melihat menembus kaca bagian belakang
mobil sehingga Anda bisa mengetahui kondisi di depan mobil tersebut.
4. Tehnik menggunakan pengereman
Tehnik pengereman yang baik merupakan faktor utama keselamatan Anda saat
berkendara. Adapun beberapa tehnik pengereman motor yang benar adalah
sebagai berikut:
- Selalu pastikan jari telunjuk tangan kanan Anda berada pada handle rem, jika Anda menggunakan motor kopling, maka jari-jari pada tangan kiri Anda selalu berada pada tuas kopling agar bisa menarik tuas dengan cepat pada saat kendaraan mengerem.
- Fungsikan dengan maksimal kedua rem yang ada pada motor agar pengereman bisa dilakukan dengan lebih stabil dan aman.
- Usahakan posisi duduk tetap berada pada posisi yang tegak saat pengereman berlangsung.
- Tekan tuas rem depan dan belakang secara perlahan dan bersamaan saat motor memasuki jalan yang menikung.
- Pengereman yang dilakukan pada lintasan kering dan basah sangatlah berbeda. Saat kondisi jalan basah dan licin, maka gunakan rem secara perlahan dengan cara menarik tuas berkali-kali agar roda ban tidak tergelincir atau selip.
- Jangan melakukan pengereman sekaligus yang bisa mengakibatkan ban langsung menjadi terkunci. Hal ini bisa berakibat fatal bagi Anda ataupun kendaraan yang Anda gunakan. Untuk menghindari hal tersebut, maka selalu usahakan kendaraan Anda berada dalam jarak yang aman dengan kendaraan yang berada didepan.
5. Letak dan posisi kaki
Keadaan yang paling sering terjadi sekarang adalah kedua kaki tetap
berada di bawah pada saat kendaraan telah melaju. Ingatlah jika hal
tersebut sangat berbahaya, oleh karenanya selalu posisikan kaki kanan
Anda berada pada tuas rem belakang sebelum kendaraan dijalankan maupun
pada saat tengah berhenti. Guna mengurangi resiko dijalan, ada baiknya
jika Anda menyalakan lampu motor Anda agar pengguna jalan lainnya
waspada dengan keberadaan Anda. Dan sebagai tambahan, selalu pastikan
Anda menyalip dari sebelah kanan dengan jarak yang aman serta tidak
disertai dengan gerakan yang tiba-tiba.
Itulah beberapa tips mengenai cara berkendara yang baik dan aman untuk
pengguna sepeda motor (bikers). Sebagai salah satu kelengkapan
berkendara, jangan lupa juga untuk selalu menyediakan jas hujan di dalam
bagasi motor Anda, terutama jika berkendara pada musim hujan. Dan bagi
Anda yang saat ini tengah bingung dalam menentukan pilihan jas hujan,
maka situs Majalah tips dan informasi menyarankan Anda untuk membaca
artikel menarik mengenai tips memilih jas hujan yang baik dan tepat untuk biker yang diterbitkan pada kesempatan sebelumnya. Selamat berlatih dan selalu utamakan safety riding.
Gunung Api
Pengertian Vulkanisme dan tipe gunung api merupakan pokok
pembahasan utama dalam postingan kali ini. Tetntunya sahabat sering mendengar
kata vulkanisme sewaktu mengikuti mata pelajaran geografi, juga saat menyimak
pembahasan tentang vulkanisme ini banyak mendengar kata2 magma, ada ekstrusi
magma, intrusi magma, dll. Nah sebenarny apa hubungan magma dengan vulkanisme
ini? Langsung saja disimak ya
A.PENGERTIAN
VULKANISME(GUNUNG API)
Vulkanisme adalah
semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan
bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita sentral yang
disebut terusan kepundan atau diatrema.Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut
lava.Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mengandung
gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan di atasnya.
Di dalam
litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur magma. Kedalaman
dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api yang
terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, maka
semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya aktivitas gunung api yang
bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma.
Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama aktivitas vulkanik.
a.Intrusi Magma
Intrusi magma
adalah peristiwa menyusupnya magma di antara lapisan batuan, tetapi tidak
mencapai permukaan Bumi. Intrusi magma dapat dibedakan atas sebagai berikut :
Intrusi datar
(sill atau lempeng intrusi), yaitu magma menyusup di antara dua lapisan batuan,
mendatar, dan paralel dengan lapisan batuan tersebut.
- Lakolit, yaitu magma yang menerobos di antara lapisan Bumi paling atas. Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi.
- Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela-sela lipatan (korok).
- Diatermis, yaitu lubang (pipa) di antara dapur magma dan kepundan gunung berapi. Bentuknya seperti silinder memanjang.
Secara rinci,
adanya intrusi magma (atau disebut plutonisme) menghasilkan bermacam-macam
bentuk, yaitu:
b.Ekstrusi Magma
Ekstrusi
magma adalah peristiwa penyusupan magma hingga keluar ke permukaan Bumi dan
membentuk gunung api. Hal ini terjadi apabila tekanan gas cukup kuat dan ada
retakan pada kulit Bumi sehingga menghasilkan letusan yang sangat dahsyat.
Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan terjadinya gunung api. Ekstrusi magma
tidak hanya terjadi di daratan tetapi juga bisa terjadi di lautan.Oleh karena
itu gunung berapi bisa terjadi di dasar lautan. Secara umum ekstrusi magma
dibagi dalam tiga macam, yaitu:
1.
Ekstrusi linear
2.
Ekstrusi areal
terjadi
apabila letak magma dekat dengan permukaan bumi, sehingga magma keluar meleleh
di beberapa tempat pada suatu areal tertentu. Misalnya Yellow Stone National
Park di Amerika Serikat yang luasnya mencapai 10.000 km2.
terjadi magma
keluar melalui sebuah lubang (saluran magma) dan membentuk gunung-gunung yang
terpisah. Misalnya Gunung Krakatau, Gunung Vesucius, dan lain-lain.
B.TIPE
GUNUNG API
a.Berdasarkan
Bentuknya
Berbentuk
kerucut dengan lereng landai dan aliran lava panas dari saluran tengah.Daerah
persebaran magma luas serta proses pendinginan dan pembekuannya pelan.
Frekuensi letusan umumnya sedang dan pelan dengan jumlah cairan lava cair yang
banyak.
Gunung ini
berbentuk kerucut cembung (konvek) dengan lereng curam.Aliran lava yang kental
dari saluran pusat mengakibatkan aliran lava lambat dan membentuk lapisan yang
tebal. Proses pendinginan dan pembekuan lava cepat. Banyak lava yang membeku di
saluran, akibatnya saluran menjadi tertutup.Letusan yang sangat keras dapat
terjadi akibat tekanan dari dalam Bumi yang tersumbat. Seluruh bagian puncak
gunung api pun dapat hancur dan lenyap seketika.
Gunung ini
mempunyai bentuk kerucut berlereng curam dan luas yang terdiri atas banyak
lapisan lava yang terbentuk dari aliran lava yang berulang-ulang.Lava dapat
mengalir melalui sisi kerucut.Sifat letusan keras.
4.Gunung Api Lava Pijar dan Abu
Bentuk
kerucut simetris dengan lereng cekung (konkaf) yang landai. Bahan atau emisi
berupa asap, debu lembut, dan bau sulfur menyengat. Sifat letusan sedang.Contoh
: Gunung Paracutin di Mexico.
b.Berdasarkan
Letusannya
Tipe gunung
api ini dicirikan dengan lavanya yang cair dan tipis, dan dalam perkembangannya
akan membentuk tipe gunung api perisai. Tipe ini banyak ditemukan pada gunung
api perisai di Hawaii seperti di Kilauea dan Maunaloa. Contoh letusan tipe
Hawai di Indonesia adalah pembentukan plato lava di kawasan Dieng, Jawa Tengah.
Tipe ini
sangat khas untuk gunung Stromboli dan beberapa gunung api lainnya yang sedang
meningkat kegiatannya. Magmanya sangat cair, ke arah permukaan sering dijumpai
letusan pendek yang disertai ledakan.Bahan yang dikeluarkan berupa abu, bom,
lapilli dan setengah padatan bongkah lava.Contoh letusan tipe Stromboli di
Indonesia adalah Gunung Raung di Jawa.
Tipe ini
mempunyai ciri khas yaitu pembentukan awan debu berbentuk bunga kol, karena gas
yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah.Tipe ini mempunyai
tekanan gas sedang dan lavanya kurang begitu cair.Di samping mengeluarkan awan
debu, tipe ini juga menghasilkan lava.Berdasarkan kekuatan letusannya tipe ini
dibedakan menjadi tipe vulkano kuat (Gunung Vesuvius dan Gunung Etna) dan tipe
Vulkano lemah (Gunung Bromo dan Gunung Raung).Peralihan antara kedua tipe ini
juga dijumpai di Indonesia misalnya Gunung Kelud dan Anak Gunung Bromo.
Dicirikan dengan
lavanya yang cair-kental.Dapur magmanya relatif dangkal dan tekanan gas yang
agak rendah.Contoh letusan tipe Merapi di Indonesia adalah Gunung Merapi di
Jawa Tengah dengan awan pijarnya yang tertimbun di lerengnya menyebabkan aliran
lahar dingin setiap tahun. Contoh yang lain adalah Gunung Galunggung di Jawa
Barat.
Letusan gunung api tipe perret adalah mengeluarkan lava cair
dengan tekanan gas yang tinggi. Kadang-kadang lubang kepundan tersumbat, yang
menyebabkan terkumpulnya gas dan uap di dalam tubuh bumi, akibatnya sering
timbul getaran sebelum terjadinya letusan.Setelah meletus material-material
seperti abu, lapili, dan bom terlempar dengan dahsyat ke angkasa. Contoh
letusan gunung api tipe perret di Indonesia adalah Gunung Krakatau yang meletus
sangat dahsyat pada tahun 1873, sehingga gunung Krakatau (tua) itu sendiri
lenyap dari permukaan laut, dan mengeluarkan semburan abu vulkanik setinggi 5
km.
Pengertian Ekosistem
Pengertian
ekosistem, komponen dalam ekosistem, satuan makhluk hidup dalam ekosistem,
macam-macam ekosistem, dan pencemaran ekosistem, itu merupakan point-point yang
akan kami bagikan kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi sahabat semuanya.
Langsung saja ya
Ekosistem
adalah suatu proses yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dengan lingkungannya, jadi kita tahu bahwa ada komponen biotik
(hidup) dan juga komponen abiotik(tidak hidup) yang terlibat dalam suatu
ekosistem ini, kedua komponen ini tentunya saling mempengaruhi, contohnya saja
hubungan heewan dengan air. Interaksi antara makhluk hidup dan tidak hidup ini akan membentuk suatu
kesatuan dan keteraturan. Setiap komponen yang terlibat memiliki fungsinya
masing-masing, dan selama tidak ada fungsi yang terngganggu maka keseimbangan
dari ekosistem ini akan terus terjaga.
B.KOMPONEN DALAM EKOSISTEM
Berdasarkan fungsi dan aspek penyusunannya, ekosistem dapat dibedakan
menjadi dua komponen, yaitu sebagai berikut.
Komponen Abiotik, yaitu komponen yang terdiri atas bahan-bahan tidak hidup (nonhayati),
yang meliputi komponen fisik dan kimia, seperti tanah, air, matahari, udara,
dan energi.
Ada 2
pembagian komponen biotik dalam suatu ekosistem, yaitu Organisme Autotrof dan
Organisme Heterotrof, nah tentu saja sahabat sudah sering mendengar kedua kata
ini, silahkan saja disimak lagi lanjutannya ya :
Organisme Autotrof adalah semua
organisme yang mampu membuat atau mensintesis makanannya sendiri, berupa bahan
organik dan bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari melalui proses
fotosintesis. Semua organisme yang mengandung klorofil terutama tumbuhan hijau
daun disebut organisme autotrof. Ada dua pembagian atas Organisme autotrof ini yaitu :
1.Fotoautotrof
yang merupakan organisme pemanfaat energi cahaya untuk mengubah bahan anorganik
menjadi bahan organik.
2.Kemoautotrof
yang merupakan organisme pemanfaat energi dari reaksi kimia untuk membuat bahan
makanan sendiri dari bahan organik. Contohnya adalah bakteri besi, dalam
menjalankan proses ini mereka membutuhkan oksigen.
Organisme Heterotrof adalah semua
organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, akan tetapi meman faat
kan bahan-bahan organik dari organisme lainnya sebagai bahan makanannya. Organisme ini terdiri atas 3 tingkatan yaitu :
Konsumen yang secara langsung memakan organisme lain
Pengurai yang mendapatkan makanan dari penguraian bahan organik dari
bangkai
Detritivor yang merupakan pemakan partikel organik atau jaringan yang telah
membusuk, contoh nya adalah lintah dan cacing
C.SATUAN MAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM
- Individu merupakan satu makhluk hidup, contohnya seekor burung.
- Populasi merupakan sekumpulan makhluk hidup yang menetap disuatu tempat dalam jangka waktu tertentu dan mampu berkembangbiak, contohnya sekumpulan semut.
- Komunitas merupakan kumpulan dari populasi yang menempati daerah yang sama dalam waktu jangka waktu yang panjang.
- Ekosistem merupakan kumpulan dari komunitas tadi yang melibatkan interaksi yang muantap antara makhluk hidup.
D.MACAM-MACAM EKOSISTEM
Ada dua macam ekosistem yang terbentuk di bumi kita ini, yaitu
Ekosistem ini adalah ekosistem yang tercipta dengan sencirinya tanpa ada
campur tangan dari manusia, oleh karena itu lah kita sebut sebagai ekosistem
Alamiah. Contohnya adalah ekosistem laut dan sungai.
Seperti namanya, ekosistem ini merupakan yang terbentuk dengan adanya
campur tangan manusia, Dibuat kebanyakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Namun keanekaragaman hayati di sini terbatas, karena bukan itu tujuan dari
membuat ekosistem ini. Contohnya adalah sawah.
E.INTERAKSI DALAM EKOSISTEM
Tentunya setelah mengetahui komponen dalam suatu ekosistem kita
bertanya-tanya bagaimana sesungguhnya hubangan antara makhluk hdup yang tinggal
menetap dalam suatu ekositem, nah begini nih sahabat
Setiap makhluk hidup akan berusaha untuk mempertahankan populasinya, tentu
dengan cara mencari makanan dan terus berkembang biak, seperti yang kita
ketahui ada makhluk hidup karnivora dan herbivora hal ini akan menimbulkan
hubungan erat yang biasa dinamakan rantai makanan dan jaring jaring makanan.
Saya akan menambahkan gambar saja ya, mudah-mudahan sahabat semuanya dapat
mengerti melalui gambar ini
Ekosistem ini sebenarnya memberikan banyak keuntungan dalam kehidupan
manusia, namun banyak dari kita tidak menyadarinya sehingga bertindak hanya
demi kepentingan pribadi tanpa memikirkan dampaknya bagi kehidup anak cucu
kita, betapa tidak, banyak orang melakukan penebangan liar, pembakaran hutan,
membuang limbah berbahaya ke laut, nah lihatlah dampaknya !!


















